Perdagangan untuk menyediakan bahan baku kedelai bagi IKM - Info beras
Headlines News :
Home » » Perdagangan untuk menyediakan bahan baku kedelai bagi IKM

Perdagangan untuk menyediakan bahan baku kedelai bagi IKM

Written By Unknown on Kamis, 07 Februari 2013 | 06.50



JAKARTA — Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Euis Saedah mengungkapkan ada pemikiran untuk mengembalikan peran Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai penyangga stok dan stabilisasi harga kedelai.
Pemikiran ini muncul akibat gejolak harga kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempedari 2000 IKM terus melambung mencapai Rp12 ribu per kg. “Dari hasil rapatbeberapa kali di Kemenko Perekonomian, ada pemikiran untuk mengembalikan peran Bulog. Disamping itu, kita juga menuntut peran dan tanggung jawab Kementerian Pertanian dan Perdagangan untuk menyediakan bahan baku kedelai bagi IKM tahun dan tempe,” ungkap Euis di Kemenperin, Selasa (24/7).
Hal ini penting, lanjut dia, pasalnya sejak gejolak harga kedelai di pasar terjadi, dari hasil peninjauan ke pasar ada dua jenis kedelai yang beredar . Antara lain, kedelai berkualitas bagus dengan harga Rp12 ribu per kg dan kedelai dengan kualitas jelek dan bolong-bolong dijual dengan harga Rp5 ribu per kg.
“Anehnya, para IKM membeli kedelai dengan harga Rp8 ribu per kg. Saya curiga, ada kemungkinan kedelai ini dioplos antara yang bagus dan jeleks sehingga bisa dijual dengan harga Rp8 ribu per kg. Ini harus diteliti kemblai agar bisa dipisahkan kedelai untuk pakan ternak dengan kedelai untuk konsumsi manusia.”
Bagaimanapun, kata dia, gejolak harga kedelai ini sangat meresahkan para industri tahun dan tempe. “Kita juga menuntut kejelasan dari Kementan soal ketersediaan stok sebanyak 600 ribu dari kedelai dalam negeri yang hingga saat ini tidak terlihat di pasaran. Saat ini kebutuhan kedelai secara total mencapai 2.2 juta ton. Dari jumlah itu sekitar 1,6 juta ton di impor sedangkan 600 ribu ditutupi dari hasil keledai dalam negeri. Tetapi, pengusaha IKM kok di pasar tidak pernah melihat.”
Solusi yang ditawarkan kemenperin, katanya, sejauh ini hanya msih seputar perbaikan kualitas. Karena, jika dari sisi harga instansi ini kata Euis tidak memiliki kewenangan untuk mengaturnya. “Yang kita lakukan hanya terus memperbaiki kualitas produksi tahu dan tempe agar percaya diri ketika di ekspor ke luar negeri.”
Caranya, lanjut Euis, dengan menyediakan drum stainless steel sebanyak 2.000 unit untuk sekitar 100 ribu koperasi tempe agar bisa memproduksi tempe yang higienis dan memiliki nilai jual tinggi saat di ekspor. “Kita pada 2013 sudah menggelontorkan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk kebutuhan drum ini.”
Jika ingin mengamankan suplai kedelai di dalam negeri,katanya, tentunya harus ada kebijakan insentif bagi importir kedelai skala besar agar bisa menjamin ketersediaan bahan baku. “Kita ingin Bulog menjadi penyangga, tetapi importir besar juga harus dirangkul. Harus ada take and givenya.Akan tetapi,kebijakan ini belum pasti dan masih berandai-andai.”//fitri
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Info beras - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya